Sejarah Randukuning Tamantirto

Administrator 02 Juli 2021 13:25:46 WIB

Sejarah Randukuning Tamantirto

            Istilah Randukuning berasal dari pohon randu berwarna kuning di wilayah Padukuhan Brajan sisi Timur. Pohon randu kuning yang sekarang sudah sulit dijumpai tersebut pernah hidup di wilayah yang kemudian menjadi sebutan wilayah sisi timur Brajan sebagai Randukuning. Salah satu contoh yang masih tersisa sampai hari ini tentang wujud pohon Randukuning dapat ditemukan di samping museum Affandi.

`           Randukuning penyebutannya tidak lepas dari pengaruh keraton Yogyakarta. Menurut cerita, istilah randukuning bermula dari warga Keraton yang sering mengadakan pertemuan di Ambarbinangun. Suatu ketika di bulan purnama, pejabat keraton melihat ada objek menarik di sisi selatan dari Panggung Ambarbinangun. Objek tersebut berupa pohon tinggi yang memancarkan cahaya kuning.

            Oleh para abdi dalem, rasa penasaran para pejabat keraton tersebut dijawab dengan mengatakan bahwa pohon tinggi tersebut merupakan pohon randukuning di pinggir kali Mbedog. Semenjak saat itu, wilayah di sekitar pohon Randukuning mendapat sebutan sebagai wilayah Randukuning sampai hari ini.

            Randukuning kemudian memiliki kaitan erat dengan Kalurahan Tamantirto. Terlebih semenjak salah satu BUMKal (Badan Usaha Milik Kalurahan) didirikan di wilayah Randukuning berupa Randukuning kopi dan kuliner. Berdirinya 2 (Dua) pendopo yaitu pendopo Sabda Sapta Sasmita dan Pendopo Kidulan di wilayah Randukuning diharap menjadi pelengkap atas kekayaan histori di wilayah tersebut.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Lagu Indonesia Raya

Facebook

https://www.facebook.com/settings?tab=account§ion=email

Audio

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License