Legenda Jogo Pupus di Wilayah Kasihan

Administrator 02 Juli 2021 13:24:52 WIB

Legenda Jogo Pupus di Wilayah Kasihan

Legenda Jogo Pupus berkembang cukup populer di wilayah Kasihan Kalurahan Tamantirto. Cerita Jogo Pupus menurut keterangan warga bermula dari adanya anggota keluarga Keraton kakak beradik laki-laki dan perempuan yang dimarahi orang tuanya lalu memutuskan pergi dari Keraton kemudian tinggal di wilayah Kasihan. Bukti fisik legenda Jogo Pupus ini berupa 2 (Dua) makam yang terletak di wilayah Kasihan.

Rincian kisah legenda tersebut dimulai dari cerita sosok kakak (laki-laki) dan adik (perempuan) yang diyakini masih memiliki darah keturunan keraton. Keduanya terlibat ketegangan dengan keluarga di Keraton sehingga memutuskan untuk pergi dari lingkup keluarga Keraton sampai kemudian memilih tinggal di wilayah Kasihan.

Suatu hari, si kakak memutuskan untuk pergi karena ada keperluan yang mengharuskannya meninggalkan adik perempuan seorang diri dirumah. Atas dasar rasa khawatir seorang kakak laki-laki kepada adik perempuan satu-satunya itu, si kakak membuat peraturan sebelum meninggalkan si adik. Si kakak membuat sebuah lingkaran dan si adik harus tetap berada di dalam lingkaran itu sampai kakaknya kembali pulang. Si adik patuh pada peraturan kakaknya tersebut dan tetap berada di dalam lingkaran selama si kakak pergi.

Selang beberapa waktu, si adik merasa tersiksa rasa lapar karena si kakak tidak kunjung pulang dalam waktu yang cukup lama. Atas dasar ketaatannya pada peraturan si kakak, si adik tetap ada di dalam lingkaran sembari menahan rasa lapar. Namun, lambat laun si adik tidak kuat menahan rasa lapar. Ia kemudian memakan apapun yang ada di sekitarnya untuk menghilangkan rasa lapar.

Si adik memakan beragam tumbuhan yang bisa ia raih. Rempah-rempah seperti temu lawak, temu ireng, temu giring dan sebagainya ia makan dengan terpaksa demi tetap hidup dan tidak melanggar aturan kakaknya.

Selang beberapa bulan, si kakak pulang. Namun betapa kagetnya si kakak ketika melihat si adik berperut buncit dan berfikir adiknya melanggar aturan dengan keluar lingkaran sehingga sampai hamil. Si kakak yang naik pitam, tidak peduli dengan penjelasan si adik. Si kakak yang sudah dibutakan emosi itu kemudian merobek perut si adik dengan pedang untuk membuktikan kebenaran apakah si adik hamil atau tidak.

Naas, setelah perut si adik dibedah dan membuat si adik tewas seketika, yang ditemui oleh si kakak dari isi perut tersebut bukan bayi, melainkan rempah-rempah yang dimakan oleh si adik yang kelaparan karena menunggu si kakak yang tak kunjung pulang. Rempah-rempah yang mengandung gas itulah yang ternyata membuat si adik terlihat seperti sedang hamil.

Atas peristiwa tersebut, si kakak merasa bersalah. Namun penyesalannya tidak berguna karena si adik sudah tewas. Si kakak lalu bunuh diri dengan pedang yang ia gunakan untuk merobek perut si adik. Keduanya tewas mengenaskan karena emosi yang tidak dapat dikendalikan.

Legenda kematian dua sosok kakak beradik dengan nama legenda Jogo Pupus tersebut mengandung nilai positif di masyarakat untuk memberikan edukasi agar tidak mudah terbakar emosi dalam menyikapi suatu keadaan sehingga tidak akan bertindak gegabah dan mengalami penyesalan atas keterlambatan kesadaran dalam menerima kebenaran yang sesungguhnya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Lagu Indonesia Raya

Facebook

https://www.facebook.com/settings?tab=account§ion=email

Audio

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License